Huntu Art Distrik

Lalu, Hartdisk itu apa?

Berada di sebuah desa Huntu Selatan, nama Art Distrik di sematkan teman-teman Perupa Gorontalo mendampingi Huntu sebagai basis lokus gerakan dari desa. 

Jika kebutuhan seni rupa, Ia menjadi studio hartdisk, ataupun art handling, dan semacam agen seniman. Untuk pengurusan administrasi birokratis ia adalah komunitas atau perkumpulan. Oleh desa, dinas dan pemerintah setempat ia dibaca sebagai UMKM. Karena sering mengerjakan spanram, bingkai lukisan, dan beberapa konstruksi dari kayu dianggap mebel, ketika bertemu “makelar proyek” di juluki sindikat. Saat para tamu dari “pusat” datang, ia diterjemahkan jadi kolektif, dan  pernah juga disangka jasa perbaikan perangkat komputer, (sangat tipis di penempatan huruf t dan d) 🤣🤣

Apa yang membuat ini bertahan?

Pertanyaan dengan beragam jawaban. Di mulai dari keisengan mendatangi lokasi-lokasi angker di Gorontalo, yang tanpa di sadari semuanya anak-anak tunggal, sejak itu menyepakati penggunaan nama kelompok kelapabatu (alih bahasa secara ngawur dari bongo botu, harusnya boo ngobotu alias satu-satunya). Setelah itu akhir tahun 2012 kelapabatu memulai giat dengan pameran foto di tepi Danau Limboto yang terus berlanjut rutin hingga 2018 dengan pelbagai kegiatan seni, sastra, budaya, dan lingkungan. 

Aktivitas dari kelapabatu hingga hartdisk paling banyak dilatari oleh pertemanan, kesamaan visi, harapan, juga sentimen, demi tercapainya sesuatu hal yang diimpikan sendiri menjadi hal yang dikerjakan bersama, meskipun lebih banyak belum pasti terwujud, apalagi hampir bisa dipastikan aktivitas di hartdisk tidak dapat memberikan keuntungan secara materi untuk para penggeraknya. 

Siapa saja pegiatnya?

Para pegiat di hartdisk punya latar belakang kerjaan beragam, dari dosen, ASN, pegawai swasta, buruh, perupa, desain grafis, aktivis, dan pekerjaan lainnya yang menopang kebutuhan harian. 

Untuk keperluan administrasi, kami punya ketua, sekretaris, dan bendahara, serta beberapa bidang koordinasi, tapi secara teknis semuanya adalah petugas. 

Ada 3 orang yang mengurusi keuangan umum, harian dan pasar Ambuwa walaupun kas hartdisk belum pernah mencapai 7 digit nol.

Pasar Ambuwa, pangan lokal, dan studio pangan warga dikelola secara bergantian, 

Urusan art handling, dan tambah-tambah urusan, pengadaan jasa dan barang, hitung-hitungan untuk rugi, sapu bersih makanan di pegang oleh para Don 

Ada 4 tim baru yang menawarkan diri bergabung atau lebih tepatnya “terperangkap”.

Di Hartdisk sendiri tidak ada batas waktu sampai kapan mereka akan bergabung dan kerja bersama, kapanpun mereka bisa pergi dan datang kembali dan itu terjadi sejak teman-teman kelapabatu memulainya. 

Banyak yang datang silih berganti, ada  yang belum menemukan alasan untuk pergi, untuk ini kata yang pas mereka “dikutuk” untuk menjadi bagian dan menjalani proses ini, entah sampai kapan. 🤣🤣

Bagaimana cara bertahan?

Sumber pendanaan kami dapat secara mandiri dari iuran, donasi terbuka, pasar Ambuwa, jualan kaos, merchandise, gantungan kunci, buku, menerima hibah barang, mural, jualan karya seni, dan lain sebagainya. 

Satu hal yang paling penting kerja-kerja ini di bantu lewat kolaborasi dengan banyak orang dan komunitas lintas bidang, itu pun banyak yang merasa enggan bekerja sama atau dengan alasan sulit diajak kompromi, maupun alasan lainnya.

Banyak kerja belum selesai, mari tetap bergerak bersama 🙏🏽

Oh iya, slide terakhir murni iklan kaos, sila memesan di nomor yang tertera disana 🙏🏽🤭

Terimakasih

📷 Ling Ling